Pilkada DKI Jakarta

Drama Politik Pilkada DKI Jakarta

Pada hari Rabu, 8 Maret 2017 yang lalu, pertemuan yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia, yakni antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya berhasil diwujudkan. Layaknya pertemuan dengan para tokoh-tokoh politik dunia yang lainnya, presiden Joko Widodo menerima kunjungan SBY di beranda belakang Istana Merdeka.

Berdasar laporan reporter yang berada di Istana Merdeka, pertemuan empat mata dua tokoh bangsa tersebut berlangsung selama lebih kurang satu jam. Masyarakat sangat penasaran dengan isi pertemuan yang dilakukan dua tokoh bangsa itu, karena dalam berbagai media massa, kedua tokoh tersebut terlihat sedang berseteru dan memanas. Banyak pakar ilmu politik yang menganalisis dan menafsirkan pertemuan kedua tokoh tersebut. Menurutnya, pertemuan tersebut mempunyai banyak makna. Walaupun dalam konferensi pers yang dilakukan setelah pertemuan keduanya hanya mengatakan hal-hal yang bersifat normatif, tetapi tidak dapat dipungkiri jika ada banyak poin-poin penting yang dibicarakan oleh kedua tokoh bangsa tersebut.

Pilkada DKI

Banyak yang menduga jika salah satu obrolan penting yang dibahas saat pertemuan tersebut adalah terkait dengan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. Melalui media massa pula masyarakat mengetahui bagaimana perkembangan pilkada di Jakarta. Saat ini pasangan yang masih bertarung masih ada dua, yaitu pasangan Ahok-Djarot dengan Anies-Sandi. Keduanya masih bertarung secara sengit.

Menurut jadwal yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, pemilihan akan berlangsung pada bulan April 2017. Jadi saat ini masing-masing pasangan sedang melancarkan strateginya masing-masing supaya bisa memenangkan putaran kedua. MIsalnya saja Anies Baswedan dan Sandiaga Uno beberapa minggu yang lalu terlihat sedang berkunjung ke salah seorang pengusaha yang sukses, yakni Hary Tanoesoedibjo.

Inilah kelihaian Anies Baswedan, dimana ia bisa menggandeng seorang pengusaha yang berasal dari latar belakang Kristen. Ia juga berhasil menggandeng organisasi-organisasi masyarakat DKI Jakarta untuk memilihnya. Kini mampukah seorang petahana, yang juga merupakan pengusaha, Ahok dan Djarot dapat meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka kembali. Hanya Tuhan saja yang tahu bagaimana hasil pilkada DKI Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s