Yohanes Chandra Ekajaya Dan Pembuat Tulup

Awalnya Yohanes Chandra Ekajaya berjalan jalan di sebuah pedesaan, lalu selanjutnya dia melihat beberapa anak yang sedang bermain di pinggir jalan. Mereka bermain sesuatu yang terbuat dari bambu. Orang menamakan itu adalah tulup, sesuatu yang terbuat dari bambu yang bisa digunakan untuk menembak seseorang dengan cara meniupnya.

Tulup merupakan mainan tradisional di daerah sini, merupakan mainan yang biasa dibuat dan dimainkan oleh anak-anak kecil. Tulup dari bambu merupakan mainan yang mengasyikan. Meskipun merupakan mainan tradisional mainan ini juga bisa menjadi senjata yang mematikan. Ini seperti sebuah tulup dengan peluru yang diolesi racun. Dengan sedikit polesan peluru akan lebih mematikan.

yohanes-chandra-ekajaya-dan-pembuat-tulup

Diperkenalkan di Nusa Tenggara Barat tulup menjadi alat berperang dioles dengan racun ini bisa berbahaya. Mungkin saja di era modern ini tulup hamper menghilang tapi saat orang bisa memakainya ini pasti menyeramkan. Tentu bisa membuat orang kesulitan untuk memastikan siapa pembunuhnya karena tulup adalah sesuatu yang berbau tradisional.

yohanes-chandra-ekajaya-tulup

Yohanes Chandra Ekajaya berkenalan dengan pembuat tulup yang pada akhirnya membunuh Yohanes Chandra Ekajaya sendiri dengan tulup yang dipesanya. Hal tersebut bermula saat Yohanes Chandra Ekajaya membuat tulup kepada seseorang didesa dengan banyka persyaratan. Ini guna memuja kesaktian tulup harus memiliki spesifikasi.

Pada akhirnya Yohanes Chandra Ekajaya tidak bisa membayar tulup yang dipesanya karena harga terlalu jauh untuk dijangkau. Lalu tulup itu membunuh dirinya sendiri dipakai oleh pembuatnya untuk membunuh Yohanes Chandra Ekajaya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s