Puisi Yohanes Eka Chandra

YPUISI YOHANES EKA CHANDRAohanes Eka Chandra merupakan seorang penyair kelahiran Jawa Timur pada 17 Agustus 1986. Penyair  yang menamatkan studinya di Sastra Arab pada salah satu Universitas ternama di Mesir ini telah menelurkan beberapa kumpulan puisi berjudul Hujan di Tepi Sungai Nil (Abjad Pustaka, 2014), Cinta dan Secangkir Kopi untuk Monica (Indie Poestaka, 2015). Puisi-puisi Yohanes Eka Chandra telah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan non cetak.

Yohanes Eka Chandra banyak memotret beberapa puisi yang bertemakan kehidupan pribadinya, serta baru-baru ini akan meluncurkan sebuah kumpulan puisi terbarunya yang dilatarbelakangi dari perjalanan panjangnya ke pulau-pulau terpencil di Indonesia. Berikut adalah puisi terbaru karya Jonathan Eka Chandra.

PERJALANAN (1)

Terlalu banyak gunung berapi di sini,

setelah kota-kota terlalu ramai

dengan suara berisik mesin-mesin traktor

dan ledakan bom di ibukota

Sementara sungai bergegas

begitu cepat bermuara ke lautmu yang beku

,tekanan begitu banyak

awan murung berjalan di atas gunung-gunung

Di antara kabar buruk dan cinta yang hilang

terdapat jalinan rindu yang membuatmu

tumbuh semakin bijak dan dewasa

Aku disini sebagai pejalan,

Kerouac yang bertemu gadis Meksiko

Suara petik gitar Dylan membangunkanku

dari tidur panjang

O, laut tempat perahu layar

menangkap ikanmu yang dungu

angin pasang yang terkadang membuatku takut

Dimanakah kutemukan hatimu yang  paling dalam?

Hati yang begitu curiga

terkadang lupa bagaimana cara memelukmu?

O, gunung berapi tempatku menemukanMu

Sebuah upacara yang mengantarkan mimpi

seorang bocah selama beratus  tahun

Cerita akan masa depan yang begitu pahit

namun kau masih tetap bahagia dalam sepi

Aku pun hanya berjalan,

sendiri dan perlahan

seperti degup jantung

yang tak mengenal waktu

Diantara gunung berapi, diantara laut

kularungkan mimpiku untukMu

pelayaran panjang yang telah kutempuh

selama ribuan tahun

pendakian yang tak singkat dan

sungguh melelahkan

Apakah kesepian?

Kesepian adalah seorang Crusoe

yang terdampar

Kesepian adalah satelit yang amat jauh

Kesepian adalah sebuah novel Caldas

yang  berlayar sendirian di tengah lautan

Apakah waktu?

Waktu adalah tubuh sekarat

yang memerlukan obat dan sebotol air

Disanalah cinta membuatmu  bangun

untuk melawan sepi yang telah kau tanggung

selama ratusan tahun

Paliore, 20 Oktober 2015

* puisi ini diilhami dari perjalanan panjang saya selama tinggal sekitar sebulan di pedalaman Sulawesi. Salam! Yohanes Eka Chandra.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s